Senin, 14 Maret 2016

Pencemaran Sungai dan Danau



Pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitasnya, mengakibatkan intensitas perusakan dan pencemaran semakin meningkat. Salah satu pencemaran yang dilakukan manusia adalah pencemaran sungai dan danau.

Dalam pencemaran sungai dan danau, limbah domestik dan industri yang berperan banyak dalam mencemari lingkungan.

Limbah domestik merupakan limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga seperti mencuci, mandi, memasak, kakus, dan kegiatan sanitasi lainnya. Menurut BLH Jawa Timur limbah domestik merupakan sumber pencemar sungai terbesar, karena pencemaran sungai di kota-kota besar di Indonesia rata-rata 60 persen berasal dari limbah domestik, yakni dari sanitasi, sampah, detergen, kemasan makanan, dan sebagainya. Dari tahun ke tahun pencemaran yang berasal dari limbah domestik selalu mengalami peningkatan, baik dari segi volume limbah maupun segi kualitasnya.

Limbah industri berasal dari buangan pabrik/industri. Limbah ini menjadi sumber pencemar sungai dan danau karena kebanyakan pabrik kebanyakan berada di dekat sungai; atau jika lokasinya agak jauh, mereka tentu memiliki akses berupa saluran pembuang limbah yang mengarah ke sungai. Limbah industri dibuang ke sungai terutama dalam bentuk limbah cair. Menurut catatan BLH Jatim, limbah industri merupakan sumber pencemar sungai yang besar, karena limbah ini turut menyumbang 30 persen dari total pencemaran air sungai.

Pencemaran sungai dan danau/waduk banyak menimbulkan kerugian baik pada kondisi lingkungan sungai maupun penduduk di sekitarnya. Jika kedua badan air tersebut tercemar, maka kondisi lingkungan di sekitarnya menjadi rusak. Jika bukan kita siapa lagi yang menyelamatkan lingkungan kita?

Senin, 07 Maret 2016

8 Indikator Orang Peduli Terhadap Lingkungan



Hidup bersih dan sehat adalah hak dan kewajiban semua orang. Ketika sikap manusia mengenai lingkungan dan dampak dari kegiatan manusia sangat tidak terurus dan terpikirkan, saat lingkungan rusak dan ekosistem hancur maka keseimbangan antara kehidupan dengan kehidupan lainnya akan berubah, hal ini memberikan dampak negatif bagi setiap makhluk hidup yang ada disekitarnya.

Maka dibutuhkan sikap peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya sikap peduli terhadap lingkungan akan menjadikan suasana yang nyaman, tentram, bebas dari kerusakan lingkungan. Sikap peduli terhadap lingkungan bisa ditunjukkan dengan adanya sikap yang positif terhadap lingkungan. Seperti menjaga keseimbangan lingkungan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sampai menjaga lingkungan dari polusi.

Dilansir dari mamagilang.blogspot.co.id Menurut Suparno (2004:84), sikap kepedulian lingkungan ditunjukkan dengan adanya peghargaan terhadap alam. Hakikat penghargaan terhadap alam adalah kesadaran bahwa manusia menjadi bagian alam, sehingga mencintai alam juga mencintai kehidupan manusia. Mencintai lingkungan hidup dan alam haruslah diarahkan agar ada sikap untuk mencintai kehidupan. Jika semua orang mencintai lingkungan hidup dan alam, maka semua orang akan peduli untuk memelihara kelangsungan hidup lingkungan, tidak pernah merusak dan mengeksploitasi sehingga di kemudian hari tercipta lingkungan yang menguntungkan semua manusia yang termasuk bagian dari lingkungan tersebut.

Nenggala (2007 :173 ) berpendapat bahwa indikator seseorang yang peduli lingkungan adalah :
1. Selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
2. Tidak mengambil, menebang atau mencabut tumbuh-tumbuhan yang terdapat di sepanjang perjalanan.
3. Tidak mencoret-coret, menorehkan tulisan pada pohin, batu-batu, jalan atau dinding.
4. Selalu membuang sampah pada tempatnya.
5. Tidak membakar sampah di sekitar perumahan.
6. Melaksanakan kegiatan membersihkan lingkungan.
7. Menimbun barang-barang bekas.
8. Membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air.

Jadi dapat ditarik kesimpulan kepedulian lingkungan adalah tingkat fokus perhatian terhadap suatu tempat dimana suatu makhluk hidup itu tumbuh yang meliputi unsur unsur penting seperti tanah, air dan udara, yang mana memiliki arti penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup, dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya, yang mencakup lingkungan hidup alami, lingkungan hidup binaan atau buatan dan lingkungan hidup budaya atau sosial.

Minggu, 06 Maret 2016

4 Fakta tingginya kerusakan lingkungan di Indonesia




Letusan gunung berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan tsunami merupakan beberapa contoh bencana alam. Bencana-bencana tersebut menjadi penyebab rusaknya lingkungan hidup akibat peristiwa alam. Meskipun jika ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.

Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan, pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

Dilansir dari alamendah.org, beberapa fakta terkait tingginya kerusakan lingkungan di Indonesia akibat kegiatan manusia antara lain :

1. Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan terancamnya kelestarian flora dan fauna.

2. 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi perikanan laut.

3, Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran laut di Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagai Sungai Paling Tercemar di Dunia oleh situs huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

4, Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langka dan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta 557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.

Alam dan lingkungan hidup menjadi tempat tinggal dan hidup manusia. Kondisi lingkungan akan berpengaruh langsung terhadap kondisi manusia. Karena itu sudah selayaknya kita menjaga bumi satu-satunya ini dari kerusakan lingkungan.

Mengajak Remaja Untuk Peduli Terhadap Lingkungan



Berbicara tentang lingkungan, sudah pasti tidak asing lagi bagi semua orang. Karena persoalan lingkungan, menjadi masalah bagi semua orang. Kita membutuhkan lingkungan hidup yang bersih, aman dan harmonis. Lingkungan yang tidak selalu menyebabkan terjadinya bencana. Tidak seperti selama ini.

Lingkungan yang bersih dan nyaman adalah dambaan kita. Namun, mengapa kini semakin sedikit orang yang peduli terhadap persoalan lingkungan yang semakin parah. Mengapa semakin sedikit orang yang peduli akan bumi yang semakin tua ini?



Padahal, menjaga bumi dan segala isinya adalah tugas kita semua. Ini adalah kewajiban setiap orang untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Banyak yang bisa kita lakukan untuk menjaga alam lestari. Namun itu tegantung bagaimana kita bisa menyadari arti penting daripada lingkungan tersebut.

Dalam hidup bermasyarakat lingkungan menjadi tempat utama bagi kita dalam hubungan timbal balik serta saling ketergantungan atau saling membutuhkan antara satu dengan yang lain demi kelangsungan hidup. Apa yang terjadi kalau seandainya kita hidup tanpa lingkungan, mustahil ia akan terus ada dan juga harus tetap dijaga serta dilestarikan.



Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,termasuk para remaja sebagai generasi penerus. Remaja harus sadar dan peduli serta berpikir bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih aman, nyaman dan sejahtera. Kehidupan yang nyaman, aman dan sejahtera hanya ada kalau kita mau menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis mengajak para remaja untuk mau menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup, maka kita akan bisa menikmatinya di masa datang.


Minggu, 28 Februari 2016

Saluran Air Penyebab Terjadinya Bencana Banjir?



Seperti yang kita tahu, saluran air yang setiap hari dipakai tentu menjadi rawan untuk tersumbat karena kotoran, sisa makanan, maupun sampah yang tak sengaja ikut terbuang lama-lama menumpuk dalam saluran air. Jika dibiarkan, tentu hal ini akan membuat saluran air menjadi mampet dan mudah tersumbat.

Jika sudah begini, banjir dapat menjadi ancaman sejumlah kecamatan di wilayah perkotaan. Hal ini juga dipicu keberadaan sejumlah saluran dan sungai yang dipenuhi tumpukan sampah.

Apakah semua ini disebabkan saluran air? Tentu tidak, penyebabnya adalah sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Sampah yang dibuang sembarangan ini memang menjadi akar dari permesalahan banjir. Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang. Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu diterapkan. Jika kita sedang berada diluar dan memang tidak ada tong sampah, sebaiknya kita bawa terlebih dahulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah. Namun, realitanya banyak yang membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di saluran air. Sifat manusia memang serakah dengan merampas hak air mengalir di jalannya. Segala yang tidak digunakan dibuang begitu saja ke selokan.

Selokan bukanlah tempat sampah, melainkan tempat mengalirnya air. Jika saluran air tersebut banyak digenangi sampah maka air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Jika saluran pembuangan air sudah dipenuhi sampah dan limbah, maka hal tersebut dapat berujung dengan penyebaran berbagai macam penyakit. Selain itu, jika dimusim penghujan tiba, saluran yang mampet akan menimbulkan musibah banjir yang dapat merugikan warga sekitar.

So, Mulai sekarang bari kita stop kebiasaan membuang sampah sembarangan. Mari kita bangun indonesia yang lebih baik.

Rabu, 24 Februari 2016

Rumah Kompos Solusi Sampah Organik




Kita sering kali melihat ada banyak sampah organik yang disiasiakan (tidak dimanfaatkan), sampah organik tersebut seperti sampah dedaunan, sampah sisa makanan dan sampah buah atau sayur yang busuk, sisa hasil/limbah panen, kotoran ternak/limbah hewan ternak.

Perbaikan kesuburan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pada subsektor tanaman perkebunan, pangan dan peternakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesuburan pada lahan sawah adalah dengan mengembalikan jerami ke dalam lapisan tanah sebagai bahan organik dan tidak membakar atau membawa jerami keluar dari areal sawah.

Sebenarnya dengan memanfaatkan hal-hal di atas kita dapat menyumbang kesuburan tumbuhan atau pepohonan. Kita dapat membuat pupuk kompos dari sampah organik tersebut. Dengan tujuan untuk dapat mengurangi jumlah sampah kita dapat membuat Rumah Kompos.

Rumah kompos adalah bangunan yang berfungsi untuk memproses pengomposan sisa hasil tanaman/jerami/limbah kotoran ternak/sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik/kompos.

Peralatan dan Mesin adalah sarana/ prasarana yang terdiri dari : Mesin APPO ( Alat Pengolah Pupuk Organik), kendaraan roda 3, dan peralatan penunjang lainnya.

Seperti apa cara yang dapat kita lakukan dengan memiliki rumah kompos? Cukup mudah, cara pembuatanya adalah masukan sampah-sampah tersebut kedalam tong, lalu masukan air, diaduk dan terakhir ditutup agar tidak ada udara masuk. Apabila tidak ditutup maka udara akan masuk dan menganggu proses perombakan atau penguraian oleh bakteri. Tujuan pembuatan pupuk kompos adalah menyediakan fasilitas terpadu pengolahan bahan organik (jerami, sisa tanaman, limbah ternak, sampah organik) menjadi kompos (pupuk organik).

Dengan melakukan cara demikian sampah oraganik yang terbuang tidak akan sia-sia dan bermanfaat. Semoga artikel ini menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk Anda.

Minggu, 21 Februari 2016

Pentingnya Sosialisasi Pengelolaan Sampah




Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Namun bagaimanakah pemenuhan kewjiban tersebut dapat dilaksanakan secara benar. Jika setiap orang hanya bisa menumpuk sampah yang kemudian dikumpulkan ditempat pembuangan akhir, tanpa berfikir bagaimana memproses tumpukan sampah itu. Meski sudah banyak gerakan masyarakat dalam hal pengelolan sampah, namun jumlahnya belum sepadan jika dibandingkan dengan produksi sampah yang cenderung terus meningkat.

Di tempat penampungan sampah, sampah-sampah ini disortasi. Sortasi sampah merupakan bagian yang cukup rumit. Banyak makan waktu dan tenaga, karena itu sebaiknya warga memisahkan sampah organik dan non organik sejak dari rumah-rumah, seperti misalnya kemasan makanan dari styrofoam dipisahkan menjadi barang non-orgnaik, dan sisa-sisa makanan dimasukan ke dalam sampah kategori organik. Hal ini perlu penyadaran yang terus menerus, mungkin perlu waktu lama tetapi harus dimulai sejak dari sekarang. Mungkin sebagai perangsang bisa dengan memberikan reward bagi warga yang mau memisahkan sampahnya. Rewardnya tidak perlu mahal-mahal, misalnya warga yang mau memisahkan sampahnya diberi hadiah tanaman hias atau tanaman-tanaman yang lain.

Sebenarnya apabila dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah. Sebaliknya sampah dapat digali nilai ekonomisnya, dapat menampung tenaga kerja tidak terdidik, dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan masyarakat lainnya, sambil mengelola lingkungan secara lebih baik. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mensosialisasikan pengelolaan sampah yang benar kepada masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan. Kegiatan sosialisasi tersebut bisa diberikan dalam acara PKK, rembug desa atau semacamnya.

Salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah adalah keikutsertaan masyarakat setempat untuk lebih memperhatikan lingkungan secara berkelanjutan. Sebab sumber awal penumpukan sampah adalah masyarakat, maka masyarakat pulalah yang harus menjalankan funsinya dalam konteks manajemen persampahan.