Senin, 16 Maret 2015

Penghijauan untuk Memperbaiki Lingkungan



Penghijauan adalah sebuah usaha yang dilakukan dengan menggunakan tanaman sebagai unsur pokoknya.

Usaha ini dilakukan agar bisa memperbaiki lingkungan , seperti mengurangi polusi udara. Semakin sering penghijauan dilakukan, lingkungan akan menjadi tempat yang asri, lestari, dan tentu saja lingkungan menjadi lebih sehat.

Di kota-kota besar yang padat penduduk seperti, Jakarta, penghijauan sangat perlu dilakukan. Semakin banyak pohon yang ditanam, udara akan menjadi lebih segar, mengurangi polusi dari asap kendaraan bermotor, semakin asri, sejuk dan nyaman.

Manfaat lain dari penghijauan adalah untuk mencegah pengikisan air saat musim hujan tiba. Yang lebih diharapkan lagi, sih, tanaman-tanaman itu dapat menyerap air di kala hujan sehingga saat musim kemarau datang, penduduk tidak mengalami krisis air.

Selain itu penghijauan juga bisa dilakukan dengan cara mulai mengurangi penggunaan produk yang berbahaya untuk lingkungan. Contohnya Plastik & Styrofoam. Masih banyaknya orang yang kurang sadar akan hal ini membuat bahan-bahan seperti plastik dan styrofoam menjadi bumerang bagi manusia. Misal, ada seseorang yang membeli dus makanan yang terbuat dari plastik kemudian membuang sampah sembarangan, bukankah hal ini menjadi bumerang untuk manusia?

Plastik tersebut akan menjadi sampah yang tidak mudah larut dalam lingkungan. So, mari perbaiki lingkungan kita dengan penghijauan atau merubah kebiasaan sehari-hari kita.

Kamis, 12 Maret 2015

Hindari Bahaya Plastik Tanpa Food Grade



Plastik merupakan salah satu bahan kimia yang paling sering kita temui. Bukan hanya di luar rumah, namun juga di dalam rumah segala macam benda terbuat dari plastik. Mulai dari barang-barang yang digunakan untuk beraktifitas sehari-hari seperti duduk, mencuci atau menjemur sekalipun kita menggunakan barang berbahan plastik.

Kemudian barang yang kita gunakan saat bermain dengan anak pun dibuat dengan menggunakan plastik. Memang tak ada yang salah jika kita menggunakan plastik, yang menjadi masalah adalah saat kita tak bisa memilih bahan plastik mana yang bisa kita gunakan dan mana yang tak bisa kita gunakan.

Ada beberapa jenis atau tipe plastik yang disusun berdasarkan bahan penyusunnya. Jenis-jenis plastik ditandai dengan menggunakan bentuk panah yang membentuk segitiga dengan nomor di tengahnya.

Plastik dengan kode satu adalah plastik PET atau ETE (Poleitilen Tereftalat). Plastik jenis ini biasa digunakan untuk wadah minuman, kecap, sambal botolan, minyak goreng dan bahkan kosmetik. Plastik jenis ini hanya plastik sekali pakai.

Plastik tipe dua HDPE (High Density Poleitilen), plastik yang tebal dan tak tembus pandang. Digunakan sekali pakai untuk menyimpan cairan kimia, kosmetik dan lain sebagainya.

PVC (Polyvinyl Cloride) adalah plastik tipe tiga yang mudah larut dan berbahaya. Biasa digunakan sebagai bahan mainan anak dan dan kemasan pada makanan. Namun karena sifatnya yang mudah luntur saat terkena panas, maka pemakaian plastik ini dilarang untuk mainan dan bungkus makanan.

Plastik tipe 4 bisa dibilang plastik yang lentur dan kuat, sangat cocok untuk membungkus makanan lembek dan sejenisnya. Aman sekalipun agak sulit untuk dihancurkan. Sementara itu plastik tipe lima atau PP (Polipropilen) adalah plastik yang paling aman untuk digunakan sebagai wadah makanan, mainan dan bahkan untuk wadah baterai pada gadget.

Untuk pemakaian packaging makanan, sebaiknya gunakanlah yang sudah food grade. Rekomendasi penulis adalah Greenpack. Semoga dapat membantu Anda.

Selasa, 10 Maret 2015

Menjaga Makanan Tetap Segar & Nikmat dengan Greenpack


Greenpack 1C-1111
Greenpack 1C-1111

Banyak sekali para pelanggan rumah makan cepat saji memilih untuk menggunakan layanan take away dibandingkan untuk makan di tempat. Meskipun tidak semuanya memilih take away, tetapi untuk para pelanggan yang memilih layanan ini, tidak ada salahnya pemilik rumah makan cepat saji memperhatikan kepuasan mereka.

Salah satu cara untuk memberikan kepuasan pada mereka adalah Anda bisa coba menggunakan kemasan makanan Greenpack rekomendasi penulis. Kemasan makanan ini sudah food grade, yang berarti aman digunakan tanpa alas. Tidak berbahaya jika bersentuhan langsung dengan makanan. Menurut Penulis kemasan makanan ini terbilang unik. Sebab, meskipun kemasan ini terbuat dari bahan kertas, tetapi kemasan ini dapat menahan air dan minyak. Unik bukan? Kertas umum yang kita kenal biasanya akan segera hancur saat terkena air ataupun minyak, tapi tidak dengan Greenpack. Itulah alasan penulis berkata bahwa Greenpack adalah kemasan yang unik.

Selain kemasan makanan, Greenpack juga hadir dengan bermacam-macam bentuk dan ukuran. Juga ada Tray Makanan yang dibuat untuk keperluan pelanggan resto yang ingin makan di tempat. Oh ya, Greenpack memungkinkan pemilik resto untuk membranding resto ataupun menu andalan restonya dengan cara menyisipkan desain pada bagian atas kemasan. Kabar gembiranya, Greenpack mencetak desain tersebut dengan cuma-cuma alias Gratis! So, Sangat menguntungkan sekali bukan?

Keuntungan lainnya menggunakan Greenpack adalah, dapat dimasukkannya ke dalam microwave ataupun frozen. Sehingga apapun jenis makanannya yang dimiliki oleh resto, tidak perlu khawatir saat pelanggan menggunakan layanan take away untuk membeli makanan Anda. Sebab, dengan Greenpack, pelanggan Anda dapat memanaskan ataupun mendinginkan makanannya untuk dimakan beberapa jam yang akan datang. Sehingga makanan dari Resto Anda tetap segar dan nikmat.

Selamat mencoba Greenpack!
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Kamis, 05 Maret 2015

Mengurangi Sampah Plastik



Tahukah kamu diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti bahwa hamper mencapai 1 juta kantong plastik per menit. Bayangkan betapa banyak sampah yang kita hasilkan dan tentunya hal ini menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan kita.

Apakah kita sadar, sudah berapa banyak kantong plastik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari yang nyata sangat mencemari lingkungan. Dari pada menunggu lebih baik kita mulai dari diri kita sendiri dahulu.

Berikut ini akan diuraikan cara-cara mengurangi hal demikian. Semoga bermanfaat untuk diri kita sendiri, orang lain, anak cucu kita kelak bahkan untuk bumi yang kita tempati ini. Antara lain sebagai berikut :
  • Membawa sendiri tas plastik dari rumah dalam jumlah besar atau seperlunya dan memadai bila merencanakan untuk berbelanja. Atau kamu dapat sediakan tas khusus belanja sehingga tidak perlu lagi menggunakan tas plastik dari toko atau supermarket. Kalaupun harus menggunakan tas plastik, simpanlah plastic bag tersebut dengan rapi agar bisa digunakan lain waktu. Hal ini dapat dapat mengurangi jumlah konsumsi sampah plastik.
  • Memanfaatkan ulang botol/wadah platik untuk pot tumbuhan atau bentuk pekerjaan tangan yang lain.
  • Tidak menggunakan tray makanan apapun berbahan dasar plastik untuk membawa atau membungkus nasi atau makanan lain. Gunakan daun pisang atau rantang.
  • Tidak membuang sampah (terutama sampah plastik) di sembarang tempat, melainkan membuangnya ditempat yang telah disediakan bagi sampah plastik. Sekarang sudah muncul beberapa tempat sampah khusus plastik Buanglah pada tempat sampah ini. Karena sampah plastik ini nantinya dapat di daur ulang.

Senin, 02 Maret 2015

Membuat Lingkungan Bersih dan Nyaman



Linkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar kita.

Seiring majunya tingkat pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih seharusnya ditingkatkan dari sebelumnya. Beragam informasi mengenai pentingnya lingkungan dengan kondisi bersih serta sehat dapat diketahui melalui media cetak dan online.

Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman. Hanya saja untuk membuat lingkungan kita menjadi bersih dan nyaman harus merubah pola hidup kita yang buruk. Contohnya membuang sampah sembarangan.

Banyak orang biasa buang sampah sembarangan, membuang tray makanan yang terbuat dari plastik sembarangan. Padahal jelas-jelas sampah yang terbuat dari plastik itu tidak ramah lingkungan. Plastik tidak bisa berbaur dengan tanah sehingga akan menjadi sampah yang akan mencemari lingkungan sekitar kita.

So, untuk itu Anda harus mulai merubah pola hidup Anda dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

Jumat, 27 Februari 2015

Atasi Global Warming dengan Penghijauan



Tahukah Anda, Saat ini bumi memiliki masalah yang sangat berbahaya di masa depan untuk para makhluk hidup. Saat ini lapisan ozon atau O3 yang terdapat di atmosfir sebagai pelindung bumi telah menipis. Masalah ini sudah sering kita dengar dengan istilah “Global Warming”.

Global Warming atau Pemanasan Global ini terjadi karena perbuatan manusia itu sendiri. Manusia menggunakan bahan-bahan yang mengandung racun. Contonya seperti: Penggunaan Rokok yang menghasilkan asap rokok, kendaraan bermotor yang menghasilkan asap kendaraan, serta penggunaan kemasan makanan yang terbuat dari plastik yang sulit untuk berbaur dengan tanah dilingkungan sekitar.

Untuk membantu bumi agar meminimalisir pemanasan global bisa dilakukan dengan 2 cara. Yakni dengan melakukan penghijauan serta merubah pola hidup manusia itu sendiri.

Penghijauan dapat dilakukan dengan menamam pohon di tempat-tempat yang tampak gersang, ataupun di tempat yang memiliki penghijauan yang kurang. Tempat terbaik untuk melakukan penghijauan sebenarnya adalah di daerah perkotaan. Sebab di sanalah banyak sekali pemanasan global yang terjadi. Seperti asap kendaraan, asap rokok, dan efek rumah kaca.

Sedangkan pola hidup sehat yang bisa Anda rubah seperti tidak menggunakan parfum yang berlebih, tidak merokok, menggunakan kendaraan bermotor seperlunya dan mulai menggunakan kemasan ataupun tray makanan dari kertas yang dapat berbaur dengan lingkungan sekitar.

Mari kita selamatkan Bumi kita, Jika tidak dimulai dengan diri kita, maka siapa yang akan bergerak untuk mengikuti Anda?

Rabu, 25 Februari 2015

Reduksi Sampah Styrofoam



Sampah styrofoam belum banyak dimanfaatkan. para pemulung juga nyaris tidak tertarik dengan sampah ini karena harganya yang sangat rendah. Apalagi kalau dibandingkan dengan harga eks kemasan air minum botol plastik atau aluminium. Sampah styrofoam ini juga sangat mengganggu estetika atau kesehatan tanah dan badan air.

Styrofoam adalah polistiren, suatu jenis plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya, dan murah. Namun, bahan tersebut cepat rapuh.Karena kelemahannya tersebut, polistiren dicampur seng dan senyawabutadien.Hal ini menyebabkan polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna menjadi putih susu. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zatplasticier seperti dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n-butyl stearat.

Plastik busa yang mudah terurai menjadi struktur sel-sel kecil merupakan hasil proses peniupan dengan menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). Hasilnya adalah bentuk seperti yang kita pergunakan saat ini.

Bahan-bahan tersebut, khususnya stiren, larut dalam air, lemak, alkohol, maupun asam.Semakin lama waktu pendadahan dan semakin tinggi suhu, semakin besar pula migrasi atau perpindahan bahan-bahan yang bersifat toksik tersebut ke makanan atan minuman.Apalagi bila makanan atau minuman itu banyak mengandung lemak atau minyak.Memang toksisitas yang ditimbulkan tidak langsung tampak.Sifatnya akumulatif dan dalam jangka panjang barulah timbul akibatnya.

Sementara itu, CFC sebagai bahan peniup pada pembuatan styrofoammerupakan gas yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil. Begitu stabilnya, gas ini baru bisa terurai sekitar 65-130 tahun. Gas ini akan melayang di udara mencapai lapisan ozon di atmosfer dan akan terjadi reaksi dan menjebol lapisan pelindung bumi. Akibat jebolnya lapisan ozon, akan timbul efek rumah kaca. Suhu bumi meningkat, sinar ultraviolet matahari akan terus menembus bumi, sehiugga menimbulkan kanker kulit.

Diantara upaya untuk memanfaatkan sampah styrofoam adalah dengan memanfaatkannya untuk pembuatan LEM. Lem yang sudah jadi dapat dimanfaatkan untuk penahan panas, peredam kebisingan pada atap seng, anti bocor, dll. Untuk keperluan tersebut dapat dicampurkan dengan bahan lain yang dipungut dari sampah antara lain : sampah, kertas (untuk peredam) atau dicampur dengan semen (untuk anti bocor). Melalui pemanfaatan tersebut sampah styrofoam (minimal) dapat direduksi volumenya. Tekniknya sangat sederhana, yakni hanya dengan melarutkan kedalam bensin / premium.

Untuk pembuatan “Lem Styrofoam” adalah sebagai berikut :
  • Styrofoam yang sudah bersih dan ukuranya sudah dipecah menjadi lebih kecil dimasukkan dalam wadah
  • Tambahkan bensin premium ke dalam wadah yang berisi styrofoam secara perlahan-lahan sambil diaduk.
  • Terus aduk dan tambahkan bensin premium sedikit demi sedikit untuk sampai styrofoamnya berubah menjadi cairan yang kental.
  • Tambahkan terus bensin premium secara perlahan-lahan sampai mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya perbandingan bensin :styrofoam = 10 liter :1 Kg)

Sedangan untuk pembuatan “Lapisan Anti Bocor dari Styrofoam” adalah sebagai berikut :
  • Styrofoam yang sudah bersih dan ukuranya sudah dipecah menjadi lebih kecil dimasukkan dalam wadah
  • Tambahkan bensin premium ke dalam wadah yang berisi styrofoam secara perlahan-lahan sambil diaduk.
  • Terus aduk dan tambahkan bensin premium sedikit demi sedikit untuk sampai styrofoamnya berubah menjadi cairan yang kental.
  • Tambahkan terus bensin premium secara perlahan-lahan sampai mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya perbandingan bensin :styrofoam = 20 liter :1 Kg).
  • Untuk lapisan anti bocor pada atap rumah langsung bisa dioleskan pada bagian yang ingin dilapisi.
  • Untuk lapisan anti bocor pada tembok rumah atau beton maka tambahkan semen pada styrofoam yang sudah mencair dan aduk menjadi adonan yang diinginkan untuk kemudian dibuat lapisan pada tembok atau beton tersebut (perbandingan styrofoam:bensin:semen = 5:20:5).
  • Dengan cara yang sama dapat dibentuk menjadi benda-benda seni atau barang berguna lainnya apabila dicampur dengan bahan pengisi yang lebih beragam.

So mulai sekarang, sebaiknya Anda mulai menggunakan tray makanan yang terbuat dari kertas.
Informasi selengkapnya tentang tray makanan dari kertas dapat dilihat di sini : http://www.greenpack.co.id/